Lhokseumawe - Puluhan guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat di Kota Lhokseumawe mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. minggu, (25/04/26).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menyampaikan materi edukasi Rupiah kepada siswa secara efektif, terstruktur, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat sejak usia dini. Melalui peran guru sebagai agen edukasi, nilai-nilai CBP Rupiah diharapkan dapat tertanam kuat pada siswa, mulai dari rasa cinta terhadap mata uang negara, kebanggaan menggunakan Rupiah, hingga pemahaman mengenai ciri keaslian uang Rupiah dan cara merawatnya dengan baik.
Dalam sesi materi, narasumber dari Bank Indonesia bersama praktisi edukasi memaparkan konsep CBP Rupiah secara komprehensif, termasuk pengenalan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) untuk mengenali keaslian uang Rupiah serta prinsip 5J (Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi) sebagai panduan merawat uang Rupiah.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe ini dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, simulasi mengajar, serta pembagian modul pembelajaran. Di akhir sesi, peserta juga mengikuti evaluasi untuk memastikan efektivitas transfer pengetahuan yang nantinya akan diterapkan di sekolah masing-masing.
Melalui ToT ini, diharapkan para guru tidak hanya memahami materi CBP Rupiah, tetapi juga mampu mengemasnya menjadi pembelajaran yang menarik, kontekstual, dan mudah dipahami oleh siswa. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga martabat Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.(jihan)
