ACEH UTARA, Rabu (19/8/2026) — Masyarakat Aceh Utara perlahan mulai bangkit dan memulihkan kehidupan setelah bencana yang sempat berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat. Proses pemulihan tersebut terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk melalui bantuan di bidang pendidikan.
Sebanyak 100 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada santri Pusat Pendidikan Tahfidzul Quran (PPTQ) Aceh Utara pada Rabu, 19/8/2026 sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan Pendidikan masyarakat pascabencana.
Bupati Aceh Utara H.Ismail A.Jalil,SE.,MM diwakili Asisten I Dr. Fauzan, S.STP., MPA menyerahkan bantuan perlengkapan Sekolah kepada Santri PPTQ.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan menyampaikan bahwa kondisi masyarakat Aceh Utara saat ini secara perlahan mulai menunjukkan proses kebangkitan setelah melalui masa sulit akibat bencana.
Menurut Fauzan, proses pemulihan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas kehidupan, termasuk memastikan kebutuhan masyarakat dan pendidikan generasi muda tetap mendapat perhatian.
“Masyarakat kita sudah dalam tahap recovery, kita masih terus mendukung kebutuhan mendesak bagi warga, namun saat ini yang paling dibutuhkan warga, bagi yang hilang rumahnya itu adalah untuk pindah ke huntap/hunian tetap. Tapi kami dengan pemerintah pusat, Pak Bupati, Pak Gubernur juga Pak Presiden, masih terus memantau dengan harapan warga kita yang masih belum ter-recover secara maksimal kita akan upayakan untuk terus mendukung kebutuhan mereka,” ujar Fauzan.
Kutipan tersebut disampaikan Fauzan dalam wawancara pada kegiatan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah bagi santri Aceh Utara, Rabu (19/8/2026). Istilah huntap yang disebutkan dalam pernyataan tersebut merujuk pada hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Fauzan juga menyampaikan apresiasi kepada LAKPB MUI dan BAZNAS RI yang turut mengambil bagian dalam proses pemulihan masyarakat Aceh Utara melalui dukungan terhadap sektor pendidikan.
Ia menilai kepedulian berbagai pihak menjadi dorongan positif bagi masyarakat yang sedang berusaha bangkit dan menata kembali kehidupan setelah bencana.
Penyaluran 100 paket perlengkapan sekolah ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menyentuh keberlangsungan pendidikan generasi muda.
Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, lembaga filantropi, serta berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat terus diperkuat agar proses pemulihan Aceh Utara berlangsung secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat Aceh Utara, dukungan terhadap pendidikan menjadi salah satu bentuk investasi penting dalam membangun kembali kehidupan pascabencana sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan menatap masa depan.(*)
