ACEH UTARA | Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara hingga Selasa (16/12) pukul 10.00 WIB menimbulkan dampak besar. Ratusan ribu warga terdampak, puluhan ribu rumah terendam, dan 164 orang dilaporkan meninggal dunia.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, enam orang masih dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 2.015 orang.
Kelompok rentan juga terdampak cukup besar, terdiri atas 1.309 ibu hamil, 8.416 balita, 5.401 lansia, dan 382 penyandang disabilitas.
Kerusakan rumah tercatat mencapai 118.067 unit. Dari jumlah tersebut, 16.793 rumah rusak berat, 6.134 rusak sedang, 15.126 rusak ringan, dan 1.219 rumah hilang atau hanyut.
Banjir juga merendam 124.544 kepala keluarga atau sekitar 428.271 jiwa. Sebanyak 20.511 kepala keluarga atau 77.328 jiwa terpaksa mengungsi di 208 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah Aceh Utara.
Di sektor pertanian, banjir merendam 14.509 hektar lahan sawah dan 10.674 hektar tambak. Sejumlah fasilitas umum turut mengalami kerusakan, mulai dari jalan dan jembatan, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.
Pemerintah Aceh Utara terus melakukan penanganan darurat dan pendistribusian bantuan kepada para korban. Fokus utama saat ini adalah pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, pelayanan kesehatan, serta perbaikan infrastruktur penting lainnya. [Ms]
