Lhoksukon — Malam ketiga rangkaian Hari Lahir (Harlah) Samudera Pasai diisi dengan acara dakwah Islamiah yang menghadirkan penceramah tunggal, juara 1 Aksi Indonesia 2026, Tgk. Habibi An-Nawawi.
Bupati Aceh Utara beserta jajaran turut hadir dalam acara tersebut bersama ribuan masyarakat Aceh Utara yang sangat antusias mengikuti dakwah Islamiah hingga selesai.
Dalam ceramahnya, Tgk. Habibi An-Nawawi mengisahkan sejarah Kerajaan Samudera Pasai, mulai dari awal berdirinya, masa kejayaan, hingga penyebab runtuhnya kerajaan tersebut. Samudera Pasai disebut sebagai salah satu kerajaan besar yang pernah berkembang di kawasan Asia Tenggara.
Salah satu pelajaran penting yang disampaikan adalah bahwa perpecahan dan konflik internal dapat menjadi faktor yang melemahkan sebuah kerajaan. Ketidakkompakan di antara masyarakat dan terjadinya konflik internal pada akhirnya turut menyebabkan melemahnya Kerajaan Samudera Pasai.
Belajar dari sejarah tersebut, masyarakat Aceh Utara diajak untuk menjaga persatuan dan kekompakan. Untuk mewujudkan Aceh Utara yang bangkit dan lebih maju, diperlukan kebersamaan, satu komando, serta komitmen bersama dalam membangun daerah ke depan.
Semangat persatuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, yaitu “Aceh Utara Bangkit.(RW)
