Bukan Sekadar Aktif, Sarah Humaira Pilih Bergerak Nyata

 


Banda Aceh -  Di tengah hiruk pikuk mahasiswa Universitas Syiah Kuala yang berlomba menampilkan diri di ruang publik, sosok Sarah Humaira justru hadir dengan caranya sendiri. Ia tidak hanya terlihat aktif, tetapi juga konsisten bergerak dan memberi dampak nyata melalui berbagai bidang organisasi, seni, hingga literasi.

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ini dikenal sebagai pribadi yang progresif dan penuh energi. Bagi Sarah, kampus bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk bertumbuh, berkarya, dan berkontribusi.

Perjalanannya di dunia organisasi dimulai dari keterlibatan aktif dalam berbagai kepanitiaan. Ia tercatat sebagai panitia Festival Gemasastrin ke-7 dan ke-8 pada bidang lomba, peran yang menuntut ketelitian sekaligus kreativitas. Tak berhenti di sana, Sarah juga terlibat dalam kepanitiaan Pakarmaru FKIP USK 2025 serta dipercaya menjadi mentor mahasiswa baru dalam kegiatan PFL 2025—sebuah tanggung jawab yang menunjukkan kepedulian dan jiwa kepemimpinannya. Konsistensinya kembali terlihat saat ia mengambil peran dalam kepanitiaan FAKIP 6 pada bidang olahraga dan seni.

Tidak hanya di balik layar, Sarah juga tampil di panggung seni sebagai representasi kecintaannya terhadap budaya Aceh. Ia membawakan Tari Guel pada Festival Gemasastrin ke-6, Tari Ratoh pada Festival Gemasastrin ke-7, serta Tari Ranup Lampuan pada Festival Gemasastrin ke-8. Dengan berbagai pengalaman nya di seni tari tingkat himpunan, Sarah melanjutkan ke tingkat fakultas dengan bergabung bersama Sanggar BEM FKIP USK. Tari Ratoh pada penutupan FAKIP 6 di Gedung AAC Dayan Dawood menjadi salah satu momen berkesan yang menunjukkan dedikasinya dalam melestarikan budaya.

Di sisi lain, kiprah organisasinya terus berkembang. Sarah memulai langkah sebagai anggota Himpunan Gemasastrin bidang teater periode 2024/2025, kemudian melanjutkan peran di bidang MIKAT periode 2025/2026. Dedikasi tersebut mengantarkannya dipercaya sebagai Sekretaris Himpunan Gemasastrin bidang MIKAT periode 2026/2027. Ia juga aktif dalam BEM FKIP USK bidang KESPORA periode 2025/2026, memperluas kontribusinya dalam pengembangan minat dan bakat mahasiswa.

Kini, langkahnya semakin matang dengan terjun ke dunia literasi. Sarah aktif menulis berita dan opini, mengangkat isu-isu sosial dengan sudut pandang yang kritis namun tetap dekat dengan realitas. Baginya, menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan ruang perjuangan untuk menyuarakan gagasan dan menghadirkan perubahan.

Prinsip yang ia pegang sederhana namun kuat: terus bergerak, terus bertumbuh, dan memberi manfaat. Apa yang ditunjukkan Sarah Humaira bukan hanya tentang kesibukan, tetapi tentang konsistensi dalam berkarya dan keberanian untuk mengambil peran.

Ia membuktikan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal hadir di ruang kelas, tetapi juga tentang bagaimana memberi warna, menjaga budaya, dan menghadirkan dampak nyata bagi sekitar.(*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak