LHOKSEUMAWE - Fohan Muzakir, M.Sos, Dosen Ilmu Komunikasi Fakuktas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), hadir menjadi salah satu narasumber utama dalam kegiatan Diskusi Publik yang berlangsung di Kampus UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Kegiatan yang mengangkat tema "Uang Negara dan Masa Depan Gen Z" diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FEBI di aula Gedung Fakultas FEBI UIN SUNA Lhokseumawe, Senin, 19/10/2026.
Dalam forum ilmiah yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai kampus tersebut, Fohan Muzakir, M.Sos secara khusus memaparkan materi krusial bertajuk "Media Sosial dan Jurnalisme Warga (Transformasi Informasi di Era Digital)".
Ia mengupas tuntas bagaimana gelombang digitalisasi mengubah lanskap penyebaran informasi dan bagaimana hal itu berdampak langsung pada cara generasi muda mengawal kebijakan publik.
Dalam pemaparannya, Fohan menjelaskan bahwa era digital telah mendobrak sekat-sekat informasi tradisional. Kehadiran media sosial tidak lagi sekadar menjadi ruang hiburan, melainkan telah menjelma menjadi instrumen kontrol sosial yang sangat masif dan instan.
"Hari ini setiap individu yang memegang ponsel pintar memiliki kekuatan yang sama dengan institusi media konvensional. Melalui praktik citizen journalism atau jurnalisme warga, masyarakat khususnya Generasi Z bisa melaporkan, mengkritisi, sekaligus memantau kemana arah perputaran uang negara mengalir," ujar Fohan Muzakir, M.Sos di hadapan para peserta diskusi.
Ia menambahkan bahwa sifat jurnalisme warga yang cenderung organik, cepat, dan tanpa sensor birokrasi, memberikan peluang emas bagi Gen Z untuk menyuarakan transparansi. Ketika anggaran negara dipandang tidak tepat sasaran, platform digital menjadi panggung utama bagi pemuda untuk menuntut akuntabilitas publik.
Pentingnya Filter Informasi dan Literasi Digital
Meski jurnalisme warga memberikan kebebasan berekspresi secara luas, Dosen Ilmu Komunikasi UMMAH ini memberikan catatan kritis mengenai tantangan yang menyertainya.
"Kecepatan penyebaran informasi di media sosial seringkali tidak dibarengi dengan akurasi data, sehingga rawan menimbulkan hoaks dan disinformasi" ujarnya.
Fohan menekankan pentingnya literasi digital bagi generasi muda Gen Z yang dituntut tidak hanya vokal dalam bersuara, tetapi juga harus cerdas dan berbasis data dalam melakukan kritik sosial.
"Kritik terhadap pengelolaan uang negara haruslah berbasis pada fakta akurat, bukan sekadar asumsi atau isu yang sengaja digoreng untuk memecah belah. Jurnalisme warga yang sehat adalah jurnalisme yang memegang teguh etika, melakukan konfirmasi, serta menyajikan data yang valid," tegasnya.
"Hubungan antara uang negara dan masa depan Gen Z dinilai sangat erat. Keputusan anggaran yang diambil oleh pemerintah hari ini, mulai dari sektor pendidikan, lapangan kerja, hingga pembangunan infrastruktur digital, akan menentukan nasib generasi muda di masa depan" tambah Fohan Muzakir.
Melalui diskusi publik di Kampus UIN Sultanah Nahrasiyah ini, diharapkan para mahasiswa mampu mengoptimalkan peran media sosial secara produktif.
Pemuda terutama mahasiswa diajak untuk bertransformasi dari sekadar konsumen informasi menjadi produsen konten yang kritis, mendidik, serta mampu mengawal setiap rupiah uang negara demi kemajuan bangsa di masa depan. (*)
