ACEH UTARA – Tenaga Pendamping Klinik UMKM Bangkit Kabupaten Aceh Utara memfasilitasi pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun SAPA UMKM bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terdampak banjir Sumatera yang telah ditetapkan sebagai penerima Bantuan Presiden. Kegiatan tersebut berlangsung di Gampong Meuria, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan ini bertujuan membantu para pelaku UMKM memenuhi persyaratan administrasi usaha sekaligus mendorong peralihan dari usaha informal menjadi usaha formal, sesuai dengan harapan pemerintah pusat dalam memperkuat legalitas dan pengembangan UMKM di Indonesia.
Adapun tenaga pendamping Klinik UMKM Bangkit yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Ridwan, Mauliza, dan Ninal Muna, serta Rauzatul Rahmah selaku pendamping data. Tim memberikan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM dalam proses pendaftaran NIB dan pembuatan akun SAPA UMKM agar dapat memenuhi kebutuhan administrasi yang diperlukan.
Geuchik Gampong Meuria, Dhiauddin, SE, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh tenaga pendamping Klinik UMKM Bangkit dan pendamping data atas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM penerima Bantuan Presiden.
“Alhamdulillah, seluruh penerima Bantuan Presiden di Gampong Meuria sudah mendaftar NIB dan akun SAPA UMKM. Ini merupakan langkah penting karena para pelaku UMKM kita sudah mulai beralih dari usaha informal menjadi usaha formal. Dengan demikian, apabila nantinya ada bantuan atau program lainnya, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, kami berharap informasi tersebut dapat sampai kepada kami di desa,” ujar Dhiauddin.
Ia juga berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, serta mendorong peningkatan pendapatan keluarga.
Menurutnya, legalitas usaha menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku UMKM untuk memperoleh akses informasi, pembinaan, dan peluang mengikuti berbagai program pemberdayaan yang diselenggarakan pemerintah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, dalam pelaksanaan pendampingan di lapangan, tim menemukan sejumlah kendala teknis. Salah satunya adalah adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terdaftar dalam pada situs (OSS) milik kementerian investasi dan hilirisasi tetapi pemilik usaha lupa nama pengguna (username) dan kata sandi (password) untuk masuk ke akun tersebut.
Untuk mengatasi kendala tersebut, akun perlu melalui proses pengaturan ulang (reset). Proses ini membutuhkan waktu beberapa hari karena tim harus menunggu balasan melalui email dari kementerian terkait sebelum dapat melanjutkan tahapan berikutnya.
Meski demikian, tenaga pendamping terus berupaya membantu para pelaku UMKM agar kendala administrasi dan teknis dapat diselesaikan sehingga proses pendaftaran maupun pembaruan akun dapat berjalan dengan baik.
Melalui kegiatan ini, Klinik UMKM Bangkit Kabupaten Aceh Utara berharap para pelaku UMKM terdampak banjir tidak hanya memperoleh bantuan untuk pemulihan usaha, tetapi juga semakin memahami pentingnya legalitas usaha dan pemanfaatan layanan digital.
Pendampingan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat fondasi usaha masyarakat, memperluas akses terhadap program pemberdayaan pemerintah, serta mendorong UMKM di Gampong Meuria tumbuh lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.(*)
